Sungai Raya Desa Pancur Jaya Menjadi Wahana Para Pemancing Mania Udang Galah

Sungai Raya Desa Pancur Jaya Menjadi Wahana Para Pemancing Mania Udang Galah

Mancing mania udang galah di sungai raya desa pancur jaya


Pancur Jaya – Sungai Raya merupakan salah satu dusun yang berada di desa pancur jaya yang memiliki anak sungai terpanjang di pulau rupat, oleh masyarakat setempat sungai tersebut dinamakan sungai Raya. Kondisi air yang asin dan tawar berwarna hitam pekat ini menjadikan sungai ini cocok dalam perkembangan udang galah. (13/03/2018)

Keberadaan udang galah disungai raya ini menunjukkan bahwa ekosistem di sungai ini bersih dan tidak tercemar dengan limbah rumah tangga maupun pabrik.

Hasan Basri kepala desa pancur jaya saat ditemui dikediamannya menuturkan bahwa "Sungai raya memang sudah dari dulu menjadi lokasi ekosistem kehidupan udang galah dan menjadi masukan bagi masyarakat sekitar, tapi kami menegaskan kepada nelayan dan para pemancing mania untuk merilis atau melepaskan kembali udang galah yang berukuran kecil demi menjaga kelestarian dan kelangsungan populasi habitat udang galah". Ujar Hasan Basri yang akrab dengan panggilan pak Eri.

sebelumnya,Populasi udang galah di sungai ini sempat hampir punah akibat ulah dari beberapa orang yang tidak bertanggung jawab yang telah mencemari sungai ini dengan racun, demi keuntungan pribadi.

Melestarikan perairan baik air tawar dan laut sebenarnya menjadi tanggung jawab semua komponen baik pemerintah maupun masyarakat. Mancing Mania dapat ikut serta menjaga kelestarian perairan, sehingga kelak masih bisa merasakan sensasi mancing di alam. Bila sungai, danau, rawa , pantai dan laut sudah tidak ada udang/ikannya, maka manusia mulai merasakan betapa pentingnya kelestarian alam itu, tetapi kadangkala sesuatunya sudah terlambat. Seperti punahnya berbagai jenis ikan air tawar di Indonesia, serta ancaman serius terhadap ikan laut, dengan bukti menurunnya hasil tangkapan baik pemancing maupun nelayan.

Coba lihat penegakan hukum yang payah pada kasus-kasus yang berat, apalagi pada kasus-kasus perusakan lingkungan. Dalam menjaga kelestarian perairan, beberapa peraturan adat biasanya lebih dipatuhi dibanding peraturan pemerintah, karena kalau melanggar adat, maka bisa dikucilkan. Peraturan adat biasanya mengatur kapan boleh mencari ikan, cara-cara yang sesuai, serta aturan lain yang bertujuan untuk kelestarian ikan dan hasil-hasil perairan, sehingga dapat dipertahankan sampai anak cucunya kelak.

Dari itu kami dari pemerintah desa pancur jaya menegaskan dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat sesuai dengan undang-undang Bab IV, tentang Larangan Pasal 5 ayat (1), Setiap orang atau badan hukum dilarang melakukan kegiatan penangkapan dengan menggunakan bahan dan / atau alat yang dapat membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya (setrum / accu bahan peledak dan bahan kimia yang dapat mematikan). Bab V Ketentuan Pidana Pasal 10 Barang siapa melanggar ketentuan - ketentuan sebagaimana dimaksud pasal 5 ayat (1), Peraturan Daerah ini terancam Pidana Kurungan selama - lamanya 3 (tiga) bulan atau denda sebanyak - banyaknya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Akhirnya, semoga informasi - informasi diatas bisa bermanfaat kepada mancing mania serta masyarakat yang ada. Semoga dengan informasi tersebut, kita bisa bersama - sama untuk menjaga lingkungan, sungai, beserta habitat - habitat yang ada dari kerusakan - kerusakan seperti racun, dan setrum dan hal - hal sejenis yang lainnya.   Admin ( Teddy,ST ).


Komentar Pembaca

Tulis Komentar