Pemdes Pancur Jaya Tingkatkan PAD Kabupaten Bengkalis Dan Desa, Melalui Pajak Pengusaha Walet

Pemdes Pancur Jaya Tingkatkan PAD Kabupaten Bengkalis Dan Desa, Melalui Pajak Pengusaha Walet


Website Resmi Desa Pancur Jaya, Pemdes pancur jaya dalam upaya meningkatkan PAD Kabupaten Bengkalis dan untuk desa, mengundang seluruh pengusaha walet produktif sedesa pancur jaya dibalai pertemuan desa. Senin (23/12/2019).

Pemanfaatan Sarang Burung Walet yang berada di habitat buatan adalah merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah yang dapat diatur dan dipungut.  Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 08 Tahun 2002 Tentang Pajak Sarang Burung Walet.

UPT Dinas Pendapatan Daerah kecamatan Rupat merupakan perpanjangan tangan dari Kabupaten Bengkalis dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan serta meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah. Salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yaitu meningkatkan penerimaan sektor Pajak Daerah yaitu Pajak Sarang Burung Walet.

Untuk mengetahui Pemungutan Pajak Sarang Burung Walet di Kecamatan Rupat ada 3 (tiga) Indikator yang bersumber dari Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis No.11 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah yang menjadi ukuran, yaitu: Pendaftaran dan Pendataan, Penetapan dan Pemungutan, Tata Cara Pembayaran dan Penagihan.

 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Kemudian teknik analisa data yang digunakan adalah bersifat deskriptif kualitatif, yaitu data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan menguraikan serta mengkaitkan dengan teori-teori yang sesuai dengan permasalahan yang ada. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa tingkat penerimaan Pajak Sarang Burung Walet dikategorikan belum maksimal setiap tahunnya, faktor penyebab turunnya penerimaan Pajak Sarang Burung Walet bukan berasal dari internal Dispenda, melainkan ada faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap penerimaan Pajak Sarang Burung Walet. Hal ini dikarenakan sistem pemungutan pajak yang digunakan adalah Self Assesment system.

Desa pancur jaya merupakan salah satu desa yang sampai saat ini belum dilakukan pemungutan pajak penghasilan sarang burung walet dari dispenda kabupaten bengkalis.

Hasan Basri,ST kepala desa pancur jaya dalam upaya meningkatkan PAD untuk Desa dan Kabupaten bengkalis melakukan musdes dan pendataan secara langsung kepada seluruh pengusaha walet produktif sedesa pancur jaya.

Musyawarah  ini digelar dalam upaya sebagai dasar pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti aturan Gerakan Taat Pajak (GERTAK).

Dari sejumlah data dan pembahasan, Terhitung sebanyak 20 orang pengusaha walet produktif yang ada di desa pancur jaya, dengan kesepakatan bersama semua pengusaha walet yang hadir menyatakan tidak merasa keberatan dan bersedia untuk membayarkan pajak penghasilannya setiap bulan berdasarkan besaran penghasilan sarang walet yang mereka dapatkan.

 “Kami akan membuatkan satu perdes resmi tentang pemungutan pajak sarang burung walet, petugas pemungutan pajak sarang burung walet ini akan kami serahkan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)”,  Ucap Hasan Basri.

Sebenarnya tugas pemungutan pajak walet ini bukanlah dari desa melainkan dari Dispenda Kabupaten bengkalis Langsung, namun pemerintah desa dalam upaya untuk memudahkan kinerja dan bisa menambah PAD untuk desa dan Kabupaten aturan ini dibuat agar masyarakat lebih yakin,percaya bahwa sumbangan pajak yang mereka berikan bukanlah pungli.

Hal ini juga sebelumnya sudah di konsultasi bersama kepala UPT. Dispenda Kecamatan rupat dan beberapa anggota dari Dispenda kabupaten bengkalis.

“Nantinya setiap pengusaha akan didata dan dilaporkan tentang pajak yang mereka sumbangkan melalui Desa, Hasil dari pajak ini akan kita serahkan kepada Dinas pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bengkalis.

Kades menjelaskan, "Besar kecilnya anggaran dana desa yang masuk ke desa itu tergantung dari jumlah pajak yang kita dapatkan Pajak yang kita sumbangkan ini nanti pada akhirnya akan kembali ke desa juga untuk infrastruktur pembangunan desa, sambungnya.

“Aturan ini akan mulai kita laksanakan di awal tahun tepatnya pada tanggal 2 januari 2020 nanti, Yang mana Hasil dari pemungutan tersebut akan dibuat secara detail dan tranparansi yang bisa kita lihat di kedai-kedai maupun kantor desa”, jelas kades.

“Bagi pengusaha yang membayarkan pajak walet, nantinya juga akan kami berikan bukti lunas pajak melalui Dispenda Kabupaten Bengkalis atau UPT Dispenda Kecamatan Rupat sebagai bukti pembayaran” Tambahnya.

 # ( TEDY, ST )

 

 


0 Komentar

Tulis Komentar